Diduga Menjadi Pelaku Santet, Satu Keluarga Bunuh Korban

reskrim1PASURUAN – Empat dari lima pelaku pembunuhan yaitu Kasman warga Dusun Mangu Desa Pusungmalang Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan, yang pada 6 April 2016 lalu diamankan tim Satuan Anti Kriminalitas Polres Pasuruan yang sering disebut dengan SAKERA. Pada hari Sabtu (13/01/2018) siang, tersangka diamankan di rumahnya masing – masing di Dusun Mangu Desa Pusungmalang Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.

Empat tersangka yang berhasil diamankan Polisi adalah Maryono (39), Satiman (56), dan Rapi’i (30). Lindang, anak Satiman, masih dalam proses penahanan di Lapas Porong dengan kasus Curas dan sudah diamankan. Adapun satu tersangka lainnya yaitu Siyanto masih dalam proses pengejaran Polisi. Mereka kini ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Pasuruan.841038e7-5594-44f5-8425-325d192e5557

Wakapolres Pasuruan KOMPOL Herlina mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari kejadian meninggalnya Kasman satu tahun yang lalu. Dalam proses penyelidikan, pihaknya menemukan beberapa alat bukti yang mengarah pada kelima tersangka ini. “Mereka mengakui perbuatannya, proses ungkap kasus ini memang menyita waktu, karena kami harus mengumpulkan bukti – bukti yang sangat valid,” Ucap KOMPOL Herlina yang dikenal sebagai Wakapolres Pasuruan, Senin (15/1/2018) siang.

Mantan Wakapolres Pasuruan Kota ini menjelaskan, dalam pemeriksaan sementara diketahui bahwa kelima tersangka ini memang sudah merencanakan untuk membunuh korban. Kelima tersangka ini mengaku kecewa terhadap korban. “Jadi, ceritanya, korban ini dianggap sebagai pelaku santet istri tersangka Satiman. Istri Satiman ini sakit parah dan tak kunjung sembuh, dari beberapa pengobatan alternatif, istri Satiman ini diduga menjadi korban Santet,” paparnya.66cc1d08-86b0-4966-808a-eb4a2544e272

Menurut KOMPOL Herlina, kelima orang ini akhirnya menyimpulkan bahwa korban ini yang membuat istri tersangka Satiman sakit perut yang sangat parah. Satiman akhirnya merencanakan pembunuhan ini di rumah tersangka Rapi’I, selanjutnya mereka menghabisi korban secara membabi buta. “Korban tewas di rumahnya dan dihadapan istrinya, dan korban tewas dengan banyak luka di tubuhnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan dari kelima tersangka ini, pihaknya mengamankan beberapa barang bukti, termasuk bambu dan Sajam jenis Pedang. Dua alat itu diduga kuat dijadikan para tersangka untuk menghabisi nyawa korban. “Mereka melakukannya bersama – sama, Namun dalam pemeriksaan sementara, Satiman yang sebagai otak pembunuhan tidak terlibat dalam eksekusi korban itu,” tandasnya.reskrim2

Dalam kasus ini, para tersangka ini akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana atau pasal 338 KUHP atau pasal 55. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Kami akan kembangkan kasus ini, dan kami masih mengejar satu tersangka yang belum tertangkap sampai saat ini.

Herlina mengimbau kepada masyarakat di Pasuruan atau luar Pasuruan untuk tidak main hakim sendiri. Kasus pembunuhan berencana ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi sesama untuk saling menginstrokpeksi diri. “Jangan mudah terpancing dengan isu santet dan sebagainya, kalau memang sakit dibawa ke dokter dan Jangan mudah menganggap sesuatu itu karena disantet. Kalau memang ada sesuatu silahkan disampaikan saja ke kami, percayakan ke aparat penegak hokum dan jangan main jakim sendiri.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yudha Riambodo mengatakan, kelima tersangka pembunuhan Kasman, warga Dusun Mangu Desa Pusungmalang Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan itu ingin menghilangkan ilmu santet milik korban.reskrim

Para tersangka ini menganggap bahwa apa yang dilakukannya ini, demi kebaikan korban dan warga Desa lainnya, mereka meyakini bahwa kepemilikan ilmu santet itu tidak boleh dibiarkan dan harus dimusnahkan. “Maka dari itu, mereka membunuh korban, dengan harapan korban tidak melukai orang lain melalui kemampuannya dalam ilmu santet.

Dia menjelaskan, apa yang dilakukan kelima tersangka ini sudah direncanakan dengan matang, rencana pembunuhan ini didalangi Satiman, karena menganggap istrinya sakit akibat ilmu santet korban. Selanjutnya, keempat saudaranya yang menjadi eksekutornya. “Bahkan eksekutor yang menghabisi korban secara langsung itu anak Satiman, Lindang yang kini ditahan di Lapas Porong karena kasus Curas,” ucap Tinton Yudha Riambodo Kasat Reskrim Polres Pasuruan.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lumajang ini menambahkan, sedangkan Maryono, Rapi’i, dan Siyanto menjaga rumah korban dari luar, mereka juga bertugas untuk memukul korban menggunakan bambu. Informasinya, bambu ini bambu khusus yang dipesan untuk melumpuhkan orang yang memiliki ilmu santet, seperti korban ini. Bambu ini dipesan khusus. Kata tersangka, bambu ini bisa untuk menghabisi dan melawan orang yang memiliki ilmu santet. Dalam kasus ini, Lindang bertugas untuk menghabisi korban dengan pedang, dan Lindang ini eksekutor utamanya.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan mengatakan, Lindang ini memiliki dendam kesumat dengan korban, sama dengan sang ayah Satiman. Mereka sudah menyimpan amarah yang besar. Apalagi, saat mereka mendengar bahwa korban ini pernah berbuat ulah dengan menyantet orang di tetangga Desa sebelah. Mereka semakin geram dan semakin murka dengan korban. “Kami masih belum bisa memeriksa Lindang, tapi yang jelas, dalam jangka waktu dekat kami akan ke Lapas untuk meminta izin memeriksa tersangka,” Ucap AKP Tinton Yudha Riambodo.

Pembunuhan ini motifnya, karena satu keluarga ini salah mengartikan dan menuduh korban menjadi dalang di balik sakit istri tersangka Satiman yang tak kunjung sembuh, tersangka menuduh korban menjadi pelaku atau pengirim santet ke perut istri Satiman, sehingga yang bersangkutan tak kunjung sembuh hingga sekarang.

 

Penulis : Rosi / Humas

Publish : Rosi / Humas