Giat Sosialisasi Tim Sakera Dengan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan Tantang Eksploitasi Perempuan Dan Anak

WhatsApp Image 2018-02-02 at 14.26.36

Jum’at tanggal 2 Februari 2018 pada pukul 14.00 Wib bertempat di Gedung pertemuan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan telah dilaksanakan sosialisasi oleh Tim Sakera Polres Pasuruan dengan dihadiri oleh anggota Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan dan juga anggota MUI Kabupaten Pasuruan.

Sosialisasi ini mengenai “Pelayanan dan Perlindungan Sosial/Hukum bagi Korban Eksploitasi Perdagangan Perempuan dan Anak”. Kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari perempuan-perempuan yang berprofesi sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) sebanyak 15 orang. Mereka semua telah berada di Dinas Sosial sejak hari Kamis siang (1/2/2018) karena terjaring oleh SatPol PP yang sedang melakukan razia di wilayah Pasuruan yang rawan pelacuran. Dari 15 orang tersebut hanya beberapa orang saja yang¬† berasal dari Pasuruan, sisanya berasal dari Malang, Jember, Banyumas (Jawa Tengah), dan Kediri.

WhatsApp Image 2018-02-02 at 14.26.33

Sosialisasi ini pertama dibuka oleh Anggota MUI Kabupaten Pasuruan yang memberikan nasihat dasar-dasar agama kepada para peserta agar mereka sadar efeknya pekerjaan mereka tersebut baik di dunia maupun di akhirat nanti. Kemudian dilanjutkan oleh dinas sosial Kabupaten Pasuruan yang memberi himbauan kepada para peserta agar berhenti melakukan pekerjaan mereka tersebut karena pemerintah juga ikut prihatrin kepada diri mereka juga nasib keluarga mereka dikampung di lingkungan sosial masyarakatnya kelak terutama anak mereka. Selanjutnya Tim Sakera Polres Pasuruan memberi himbauan serta pengetahuan masalah hukum tentang larangan melakukan pekerjaan seks komersial tersebut karena itu termasuk dalam eksploitasi perdagangan perempuan. Meski usia mereka terpaut sudah dewasa seluruhnya namun mereka tetap mendapat perlindungan sosial maupun hukum akibat pekerjaan mereka itu.

WhatsApp Image 2018-02-02 at 15.17.58

Maka dari itu mereka membuat surat pernyataan untuk sanggup berhenti dari pekerjaan mereka yang melanggar norma susila maupun hukum dan mereka akan dikembalikan ke kampung halaman untuk bisa mencari pekerjaan lainnya sesuai bakat dan kemampuan mereka. Karena usia mereka rata-rata masih muda maka dianggap masih produktif dan bertenaga, masih banyak pekerjaan yang halal dan baik yang bisa dikerjakan demi menghidupi keluarganya.

 

Penulis : Rizki / Piket CC

Publish : Rizki / Piket CC