KAKAK BERADIK JADI TUKANG BEGAL MOTOR DITANGKAP DAN DIAMANKAN DI MAPOLRES PASURUAN

BEGAL BEJI
Pada hari Sabtu, 26/03/2016, jam 21.30 Wib, di jalan raya jurusan Gelanggang Kedungboto Kec.Beji Kab.Pasuruan, telah terjadi pencurian dengan kekerasan (Curas) sebuah Sepeda Motor Honda Vario nopol N-5517-TBE yang dikendarai oleh korban M.FUAD  (Laki-laki, umur : 29 tahun, Pekerjaan : Pegawai PLN Probolinggo, Alamat : Perum.Regency Blok.C 1 no.12 Ds.Manarui Kec.Bangil Kab.Pasuruan) yang saat itu korban hendak membuang sampah di kawasan persawahan Gelanggang Kedungboto Kec.Beji Kab.Pasuruan, setelah di tempat tersebut korban dipepet oleh ke 4 (empat) orang laki-laki yang tak dikenalnya dengan mengendarai 2 motor Yamaha Jupiter Z yang tak diketahui Nopolnya dan kemudian ke 4 pelaku berusaha menghentikan sepeda motor korban dan salah satu pelaku langsung menarik kontak motor milik korban, akan tetapi korban terus berupaya mempertahankan motornya miliknya hingga akhirnya salah satu pelaku menakut-nakuti korbannya dengan sebilan Celurit Panjang kemudian Celurit itu dikalungkan ke leher korban, hingga membuat korban hanya bisa pasrah untuk menyerahkan motor miliknya kepada ke 4 pelakunya, setelah ke 4 pelaku berhasil membawa kabur selanjutnya ke 4 pelaku yang menggunakan 3 motor yang salahsatunya hasil dari curiannya tersebut berpencar kesegala arah, dan 2 pelaku yang bernama SUHARTONO bin SUMAR (Laki-laki, umur : 22 tahun, Pekerjaan : Pengangguran, Alamat : Dsn.Rembang Rt.03 Rw.02 Ds.Plososari Kec.Grati Kab.Pasuruan) dan  M.TAUFIK bin SUMAR (Laki-laki, umur : 17 tahun, Pekerjaan : Pelajar SMK, Alamat : Dsn.Rembang Rt.03 Rw.02 Ds.Plososari Kec.Grati Kab.Pasuruan) berboncengan menggunakan motor Jupiter-Z melaju dengan kencang, mereka berdua dikejutkan dengan sebuah mobil yang ada di depannya, Mobil tersebut yang melaju dari arah sama itu, dan pelaku menabrak mobil tersebut sehingga ke 2 pelaku terjatuh, melihat kejadian itu warga sekitar berusaha membantu untuk menolongnya, namun para warga mengurungkan niatnya ketika para warga mendengar teriakan maling-maling yang muncul dari mulut korban, sehingga para warga berbalik menyergap kedua pelaku dan menghajarnya secara membabi buta, sampai akhirnya motor yang digunakan oleh pelaku disiram bensin dan dibakar, selanjutnya motor pelaku pun hangus dan hanya menyisakan rangka, dan kebetulan anggota Buser dari Polres Pasuruan sedang melakukan Patroli yang tidak jauh dari TKP tersebut, kemudian ke 2 pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Pasuruan.

Dan dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas Reskrim Polres Pasuruan ke 2 pelaku mengaku juga membenarkan bahwa dirinya adalah SUHARTONO bin SUMAR dan M.TAUFIK bin SUMAR sebagai kakak beradik, adapun menurut pengakuan M.TAUFIK bin SUMAR dirinya merupakan pelajar SMK di Nguling, dan masih duduk di kelas dua, menurut keterangan SUHARTONO bin SUMAR kakak dari M.TAUFIK bin SUMAR aksi kejahatan yang dilakukannya tersebut sudah berlangsung sejak 2015, pelaku sudah enam kali terakhir, melancarkan aksi serupa, empat aksi dilakukannya di wilayah hukum Polres Pasuruan, Sementara dua lainnya di wilayah Polres Kota, Selama enam kali beraksi, ke 2 pelaku sudah mendapatkan 5 (lima) unit motor bersama rekan-rekannya. Kelima motor itu, rata-rata Honda Vario dan Beat dan biasanya motor hasil rampasan mereka jual dengan harga Rp 3 juta ke penadah setiap unitnya, untuk pelaku M.TAUFIK bin SUMAR yang masih dibawah umur ini nekat melakukan aksi kejahatannya tersebut karena ikut-ikutan karena diajak kakak kandungnya SUHARTONO bin SUMAR, meski terlibat aksi kejahatan tersebut, pelaku M.TAUFIK bin SUMAR tak pernah ikut dalam melakukan eksekutor, Ia hanya berperan sebagai joki motor, karena yang berperan sebagai eksekutor adalah kakak kandungnya SUHARTONO bin SUMAR bersama rekan-rekannya, dan ke 2 pelaku juga membenarkan bahwa aksi perampasan terhadap Sepeda Motor Honda Vario nopol N-5517-TBE yang dikendarai oleh korban M.FUAD dilakukan dengan 2 (dua) orang temannya yang saat ini berhasil membawa kabur motor tersebut, dan saat ini ke 2 teman dari SUHARTONO bin SUMAR dan M.TAUFIK bin SUMAR  masih jadi DPO Polres Pasuruan, dan saat ini ke 2 pelaku Kakak Beradik ini ditahan di rumah tahanan Polres Pasuruan untuk proses lebih lanjut dengan diancam Pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara , “Ujar Kasubbag Humas AKP MD. YUSUF. SH., MM”. / (Humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>