Polairud Sosialisasikan Alat Tangkap Cantrang Ke Nelayan

4Polairud – Sabtu (13/01/2018), Batas akhir kebijakan Kementrian dan Perikanan (KKP) menangguhkan pelarangan alat tangkap cantrang hingga akhir bulan Desember 2017.Meskipun sudah ada aturan pelarangan sejak lama, penggunaan alat tangkap yang termasuk jenis pukat tarik berkapal masih marak digunakan di wilayah perairan Pasuruan.

Mulai tahun 2018 , alat tangkap Cantrang resmi dilarang, unntuk antisipasi3 penggunaan alat tersebut di wilayah perairan Pasuruan,  Kasat Polairud Akp Poerlaksono, S.sos memerintahkan Komandan Kapal Patroli X -1030 Aipda Agus Kurniawan melaksanakan patroli perairan, Sabtu 13/1/2017.

Disamping giat patroli, ditempat terpisah Brigadir Fran Rusdianto melaksanakan giat Door to door ke nelayan Kelurahan Ngemplakrejo memberikan penyuluhan :

  1. Alat tangkap cantrang mulai bulan Januari 2018, resmi di larang.
  2. Syahbandar tidak memberikan Surat Persetujuan Berlayar ( SPB) ke nelayan perikanan.
  3. Nelayan pengguna jaring cantrang jangan sampai ikut demo, seperti nelayan dari kabupaten lainnya.
  4. Koordinasikan dengan Dinas Perikanan supaya ada pergantian alat tangkap.
  5. Nelayan usahakan beralih gunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

2 Dengan diberlakunya Kepmen KKP RI no 1 & 2 tahun 2015, nelayan pengguna cantrang diwilayah Pasuruan wajib mentaati peraturan tersebut, “Karena tujuan utamanya adalah memulihkan kembali sumber daya ikan yang telah berkurang/rusak sampai akhirnya dapat dimanfaatkan kembali oleh anak cucu kita nantinya”.

Penulis : Wanto/Polairud

Publish : Dias/Humas