TABEL PERBANDINGAN TAHUN 2016 DAN TAHUN 2015 POLRES PASURUAN

tabelPolres Pasuruan dalam kasus Kriminalitas selama 2016 ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015, dari data yang ada selama tahun 2016 ini 819 kasus Kriminalitas, sedangkan di tahun sebelumnya 2015 ada 763 kasus.

Namun kenaikan angka kriminalitas saat ini juga diimbangi dengan hasil ungkap kejadian yang juga tinggi, jika pada tahun 2015 Reskrim hanya mengungkap 582 kasus yang dilimpahkan ke Kejaksaan atau penyelesaian kasus dengan prosentase 76,27%, sedangkan di tahun  2016 pengungkapan 647 kasus yang dilimpahkan ke Kejaksaan atau penyelesaian kasus dengan prosentase 78,99%, dari data tersebut dapat dinyatakan bahwa penyelesaian perkara ada trend kenaikan sebesar 2,72% dari tahun sebelumnya di wilayah hukum Polres Pasurusan.

Untuk kasus Narkoba di wilayah hukum Polres Pasuruan pada tahun 2016 ini dalam proses ungkap kasus cukup meningkat dibandingkan dengan tahun 2015 lalu, dan pada tahun 2016 terdapat sebanyak 151 kasus dengan jumlah tersangka 181 orang, dibandingkan pada tahun 2015 sebanyak 96 kasus dengan jumlah tersangka 126 orang, berdasarkan jenis kelamin pada tahun 2016 laki-laki berjumlah 176 dan wanita berjumlah 5 orang, sedangkan pada tahun 2015 laki-laki berjumlah 122 orang dan wanita berjumlah 4 orang.

Dalam kasus pelanggaran atau kecelakaan Lalu Lintas di jalan raya khususnya wilayah hukum Polres Pasuruan dalam tahun 2016 ini mengalami peningkatan 9%, yaitu tahun 2016 jumlah laka lantas berjumlah sebanyak 888, adapun jumlah korban yang Meninggal Dunia (MD) 222, Luka Berat (LB) 150 orang, Luka Ringan (LR) 395 orang, sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 813, dengan jumlah korban Meninggal Dunia (MD) 242 orantg, Luka Berat (LB) 24 orang, Luka Ringa (LR) 1.011 orang.

Sedangkan untuk kerugian Matriil mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2016 sebesar Rp. 1.265.685.000,- (satu milyar dua ratus enam puluh lima juta enam ratus delapan puluh lima ribu rupiah ) dan tahun 2015 sebesar Rp. 1.800.320.000,- (satu milyar delapan ratus juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah).

Untuk pelanggaran Lalu Lintas mengalami penurunan 25%, di tahun 2015 Polantas Polres Pasuruan menindak 42.153 pelanggar, sedangkan tahun 2016 menindak 31.503 pelanggar dengan didominasi oleh pelanggaran R2 (sepeda motor).

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kriminalitas di wilayah hukum Polres Pasuruan disebabkan oleh kondisi lingkungan dengan perubahan-perubahan yang cepat, maupun norma-norma dan sanksi sosial yang semakin longgar serta macam-macam sub kultur dan kebudayaan asing yang saling berkonflik, semua faktor itu memberikan pengaruh yang mengacu dan memunculkan disorganisasi dalam masyarakat.

Contonya saja kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi, ketatnya persaingan dalam melakukan mobilitas sosial itu sendiri, disorganisi keluarga,  mementingkan nilai ekonomis, heterogenitas masyarakat perkotaan dan memudarnya nilai dan norma agama.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan Laka Lantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan adalah bertambahnya volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan kapasitas jalan, peningkatan ekonomi serta akvitas dan mobilitas masyarakat dijalan raya semakin pesat, banyak para pengguna jalan yang tidak mengindahkan rambu-rambu Lalu Lintas dan juga banyaknya masyarakat yang kurang penggetahuannya dan kurang kesadarannya dalam Berlalu Lintas, sehingga terjadinya Laka Lantas tersebut. (ndri/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>