Waspada !!! Pelaku Pedofilia Bisa Saja Orang Dekat Kita, Kenali Ciri-Cirinya

IMG-20180127-WA0119Orangtua mana yang tidak khawatir melihat makin banyaknya berita tentang anak yang mengalami pelecehan atau kekerasan seksual? Kasus kekerasan seksual umumnya terjadi saat anak di luar jangkauan pengawasan orangtua. Bisa di rumah, saat orangtua tidak ada, bisa juga di sekolah.

Yang makin meresahkan, umumnya pelaku pedofilia atau pelaku kekerasan anak adalah orang dekat atau yang berada di lingkungan kehidupan anak sehari-hari, seperti anggota keluarga atau saudara, pengasuh, guru, teman sekolah, tetangga, sopir, dan asisten rumah tangga. Itu sebabnya, orangtua jangan sampai lengah dan harus memberikan perlindungan agar anak tidak menjadi korban.

Lantas, bagaimana kita bisa mengenali pelaku pedofilia? Siapa saja orang-orang di sekitar kita yang patut diwaspadai? Psikolog Dr. Leigh M. Baker asal Amerika Serikat, seperti dalam bukunya Protecting Your Children from Sexual Predators, mengungkapkan sejumlah ciri-ciri perilaku atau karakteristik pedofilia:

1. Pintar bicara dan manipulatif
Pelaku terlihat sopan, baik, dan ramah. Bahkan, sering kali terkesan terlalu baik. Ia juga senang membantu orang lain, bahkan kerap kali seperti memaksa agar diperbolehkan membantu.

2. Senang memasuki dunia anak
Koleksi kartu baseball atau keterampilannya membuat rumah boneka, misalnya, sering digunakan sebagai umpan untuk memancing anak mendekat. Mereka akan mendekati anak dengan memberi perhatian atau hadiah untuk mendapatkan kepercayaan.

3. Mengajarkan anak tentang seks
Caranya antara lain dengan memperlihatkan gambar, bermain peran sebagai pasangan, dan menyentuh secara halus terlebih dahulu. Dengan demikian, anak tidak menyadari bahwa ia sedang dilecehkan secara seksual.

4. Cenderung memiliki sifat obsesif berlebihan.
Umumnya pelaku pernah mengalami peristiwa traumatis atau kejadian serupa di masa kecil. Hal ini bisa membuatnya terobsesi pada perlakuan serupa. Pelaku bisa terus mengejar target yang telah ia tentukan dan tidak akan berhenti sebelum tercapai. Sasarannya adalah anak-anak yang dijadikan sebagai objek pelampiasan hasrat seksual mereka.

Penulis : Bu Dita /Piket cc

Publish : Dias /Humas