Purwosari Gelar Upacara Hari Santri Nasional

IMG-20171022-WA0049PURWOSARI – Dalam rangka memperingati HASAN ( Hari Santri Nasional) MWC NU Kecamatan Purwosari , Minggu (22/10/2017),08.00 wib menggelar upacara sekaligus grand launching Hari Santri yang diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Oktober . Hari Santri merupakan momentum pengakuan negara atas sejarah peran santri, kiai dan pesantren yang telah berkontribusi besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia.IMG-20171022-WA0050

Hari Santri 2017 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mendatang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 tahun 2015.IMG-20171022-WA0054

Peringatan Hari Santri 2017 mengambil tema ‘Santri Mandiri, NKRI Hebat’. Tema tersebut diambil juga sekaligus penegasan bila radikalisme atas nama agama, ideologi khilafah anti Pancasila bukanlah mazhab santri Indonesia.IMG-20171022-WA0053

Dalam acara upcara yang di hadiri oleh pengurus MWC NU, BANON, RANTING NU SE KECAMATAN PURWOSARI DAN BANON, MADIN, MI, MTs, ALIYAH, BANSER dengan jumlah kurang lebih 2.100 peserta tampak pula dari MUSPIKA PURWOSARI dalam kesatuan 3 Pilar Plus.

Dalam pidatonya Camat Purwosari EKA WARA B mengatakan bahwa sejak dulu santri adalah kelompok yang mandiri sejak dari masa menempuh pendidikan di pesantren. Kata dia, rela jauh dari asuhan orangtua untuk mengaji kepada kiai hingga bertahun-tahun.IMG-20171022-WA0052

Menurutnya, menjadi santri Indonesia sama dengan ikhlas memperjuangkan eksistensinya hingga titik darah penghabisan. Kata dia, santri tak mengenal rumus anti-Pancasila, apalagi anti-nasionalisme.

“Tema momen Hari Santri Nasional 2017 ini sekaligus penegasan bahwa radikalisme atas nama agama, ideologi khilafah anti Pancasila, bukanlah madzhab santri Nusantara,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa seorang santri selalu dekat dengan ulama apapun profesinya. Santri selalu hidup mandiri tanpa mengeluh atau pun menuntut, serta tidak menyebar kebencian kepada negara. Menurut dia, santri selalu merasa wajib menjadi penjaga rumah besar di NKRI.IMG-20171022-WA0051

“Tanpa selalu berebut isi rumahnya dari kelompok etnis, suku, RAS dan pemeluk agama lain,” katanya.

Kapolsek Purwosari AKP I MADE SUARDANA,S.Sos,M.Hum menambahkan jika kita memegang teguh 4 pilar kebangsaan :
1.Pancasila
2.UUD 1945
3.Bhineka Tunggal Ika
4.NKRI
tidak akan terjadi salah persepsi dalam menafsirkan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga diantara perbedaan bukan menjadi pertentangan tetapi menjadi alasan persatuan diantara anak bangsa, tutup Kapolsek yang memiliki gelar Master tersebut.

Dalam kegiatan upacara HASAN 2017 berlangsung khidmat tampak paskibraka dari santri yang terpilih mengibarkan bendera merah putih , gerakan mereka tak kalah dengan pasibraka yang asli meskipun menggunakan sarung tidak ada hambatan dalam pengibaran bendera merah putih yg juga sebagai lambang negara .

Penulis : Purwo / Purwosari

Publis : Vn / hms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>